setiap kita punya pandangan berbeda mengenai hidup, karena begitu lah
kita dan hidup kita tak sama dengan mereka dengan hidup mereka
ketika kita mengeluh berat nya perjalanan hidup
jangan jatuh kan badanmu
berhentilah sejenak
pandangi mereka yang ada di depan, belakang dan kanan kirimu
muluskan perjalanan mereka?
terkadang kita terpenjara dengan pola pikir "betapa enak nya jadi dia, dan begitu sengsaranya hidupku"
hanya dengan melihat senyum di wajah-wajah mereka,
pernah
kau lihat wajah di balik senyum nya? kalaupun kau tak pernah
mendapatkan nya, ambillah satu pelajaran penting buatmu, "dia mampu
menjalani hidupnya dengan senyum, kenapa aq tidak?"
tak dinyana, jalan yang kita lalui itu satu tujuan, "kembali pulang pada-Nya"
jalan
yang kita tempuh juga sama jalurnya, hanya sebahagian dari kita
menggunakan "cara" berbeda menuju kesana, dengan alat (pemikiran) yang
berbeda pula, itu manusiawi, sebab Tuhan berikan kita akal untuk
berfikir, namun tak jarang salah satu diantara kita masuk jurang di
perjalanan,
banyak diantara kita hanya melewatkan
si kawan yang masuk jurang tadi, sekedar menatap kasihan atau menoleh,
beberapa diantara kita ada yang rela membantu dengan penuh resiko,
selebihnya kembali melanjutkan perjalanan dengan alasan "perjalanan
masih panjang untuk di lanjutkan, mungkin itu sudah jadi takdirnya"
hidup
ini terlalu berat di jalani dengan mengeluh, tapi aq rasa keluhan ada
baiknya di utarakan melalui curhat pada-Nya, merengek dan mohon di beri
kekuatan, menangis seperti anak kecil, kemudian menyerahkan segala
sesuatu atas kehendak-Nya juga tak berarti diirimu lemah, dengan syarat
segala ikhtiar harus sudah di tunaikan
ah
hidup ini memang unik kawan
jalani saja lah menurut caramu :)
24/01/2014
Selasa, 01 April 2014
GURU ADALAH JURU KUNCI PENDIDIKAN
Komponen
utama pendidikan adalah guru, siswa, dan kurikulum. Kalau boleh diibaratkan
pendidikan itu seperti “mobil ajaib” kurikulum adalah mesin canggihnya, guru sopir terlatih
dan professional serta siswa adalah penumpangnya, demi kenyamanan perjalanan
(proses belajar mengajar-pen) guru dan siswa boleh menyulap ruangan senyaman
mungkin, sehingga belajar menjadi menyenangkan dan betah di dalam, sehingga
proses belajar mengajar menjadi hidup.
Sebagai
supir yang terlatih, agar perjalanan lancar, guru wajib menguasai permesinan
(seluk beluk kurikulum) sehingga jika ada kendala, dengan kreatifitas nya guru
mampu memperbaiki atau menambal atau menambahi sesuai kebutuhan kelas dan
siswa.
Sebab
itu kunci dan kemajuan pendidikan adalah GURU bukan kurikulum, guru adalah juru
kunci pendidikan, semakin baik kualitas guru, semakin baik pula kualitas
pendidikan kita. Nah, jika ada pertanyaan kenapa pendidikan disuatu daerah
rendah, yang pertama yang harus di Tanya balik adalah “bagaimana kualitas
gurunya??”
Memang
guru bukan satu-satunya factor rendahnya mutu pendidikan, tetapi dia adalah
factor utama yang harus diperbaiki untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kenapa
begitu? Sebab siswa menyerap 80% ilmu dari guru, terutama di daerah hampir 90%.
Sebab siswa daerah minim fasilitas, dari buku sampai sumber referensi. Jadi
otomatis guru menjadi sumber utama dalam belajar disamping buku yang disediakan
pemerintah (terkadang bukunya pun tidak memadai untuk semua siswa)
Banyak
hal yang sudah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu guru, sekarang ada
sertifikasi, keprofesionalan guru dalam mengajar dituntut untuk “lebih” dengan
imbalan fungsional yang cukup mampu meningkatkan kesejahteraan guru, tak heran
banyak guru yang berharap bahkan mengejar sertifikasi ini, sedihnya mereka
bukan mengejar untuk meningkatkan mutu, tapi untuk meningkatkan kesejahteraan
mereka (miris….) selain itu masih ada penataran-penataran pendidikan dan
seminar, bahkan pemerintah sudah lebih canggih lagi menyediakan blog bagi guru
dalam program “Padamu Negeri” yang bisa memungkinkan guru berinteraksi dengan
guru daerah se Indonesia untuk sharing masalah-masalah kependidikan, anehnya
banyak guru yang tidak tau masalah ini, mereka hanya tau program itu hanya untuk
pemutakhiran NUPTK saja, tidak lebih.
Seperti
yang sudah saya utarakan sebelumnya, kunci sukses selanjutnya peningkatan mutu
pendidikan itu adalah kurikulum. Banyak guru ngedumel (marah-pen) karena
kurikulum bolak-ballik diganti, padahal kurikulum sebelumnya belum terlihat
hasilnya. Menurut saya, sah-sah saja kalau kurikulum itu di revisi per lima
tahun, sebab kalau diperhatikan tiap-tiap kurikulum di desain untuk model
pendidikan yang relevan diberikan pada zaman yang terus berkembang. Tiap-tiap
kurikulum memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, sebab itu lah
terus direvisi untuk pendidikan yang lebih baik. Yang menjadi masalahnya adalah
guru tidak faham isi kurikulum itu, dia hanya mengajar dan mengajar, menunggu
tanggal gajian dan ini dan itu. Untuk menutupi kesalahan mereka menuding
kurikulum yang gak jelas dan sering berganti. padahal kalo boleh di survey
mungkin lebih 70% guru tak faham kurikulum dan lebih dari separuhnya tak pernah
membacanya sama sekali. Perangkat pembelajaran hanya sebagai pelengkap
administrasi.
Jadi,
bagaimana mungkin pemerintah bisa mempercayakan sepenuhnya arah haluan
pendidikan yang di nakhodainya jika para guru tidak tau mau kemana di bawa nya
anak-anak ini kelas (siswa-pen) mereka mengajar hanya sebatas buku, dan malah
ada guru yang malas mbaca, kan makin kacau bukan?? Kalau guru gaptek bisa di
ajarin sedikit-sedikit, kalau guru minim wawasan itu sangat menyedihkan.
Hanya
sedikit guru yang berani atau tahu metode-metode mengajar dikelas sesuai dengan
materi ajar yang di bahasnya kemudian ber improvisasi dengan itu, selebihnya
hanya sekedar mengajar, tak heran daya kreativitas siswa kita juga rendah.
Untuk
peningkatan mutu guru ini, peran sekolah tinggi juga sangat besar pengaruhnya
dalam melahirkan para calon guru yang akan turun kelapangan mengabdikan ilmunya
ke masyarakat. Sebab perguruan tinggi (FKIP/STIKIP) merupakan produsen terbesar
dalam menciptakan guru-guru berkualitas yag akan diterjunkan dalam menghadapi
siswa di kelas. Malah saya pernah berfikir untuk menyarankan supaya mahasiswa yang akan masuk di STIKIP diseleksi
lebih ketat seperti seleksi masuk akademi, untuk mengetahui seberapa besar
minatnya menjadi guru, sebab banyak guru karbitan yang dulunya masuk keguruan semata
karena ikut-ikutan teman/saran orang tua
atau alasan lainnya yang memang bukan minatnya sama sekali kemudian
mengajar dikelas. Guru-guru seperti ini lah yang dapat merusak “system”. Datang
hanya sekedar mengajar, emosi tak terkontrol sehingga memberi hukuman ekstrim
pada siswa dan perbuatan-perbuatan yang dapat mencoreng nama baik guru. Jika
hal itu dilakukan maka perguruan tinggi memang benar-benar menelurkan guru-guru
yang berkualitas, mencintai profesinya dan menaruh harapan besar untuk kemajuan
pendidikan, berinovasi pada pendidikan, melahirkan ide-ide baru yang mampu
mengembangkan kreativitas siswa,
mengajar dengan hati dan tidak hanya mengajar tapi juga mendidik. Untuk itu
perlu formula khusus bagi perguruan tinggi (FKIP/STIKIP) agar harapan-harapan
itu terwujud.
Memang
tak bisa dinyana, kalau masalah-masalah pendidikan banyak timbul jika kita di
lapangan langsung, tidak mengamati dari jauh, minimnya fasilitas dan kurangnya
kreatifitas guru menanggulangi kekurangan itu menimbulkan “gerutuan” dan
“omelan” cenderung menyalahkan “pemerintah” dan “kurikulum” bukan nya mencari
akal agar kekurangan itu terpenuhi sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Semua
orang mempunyai kemampuan lebih daripada yang difikirkan nya, sebab itu ada
pepatah yang mengatakan “Engkau adalah apa yang kau fikirkan” dan otak manusia
itu adalah “Raksasa Tidur” kita lah yang bertindak mau membangunkan “Raksasa”
itu atau terus menina bobok kannya.
Para
guru, mari sama-sama kita pecahkan masalah – masalah di kelas dengan diskusi,
dan meningkatkan wawasan melalui buku dan teknologi, usia tidak menjadi kendala
untuk terus meningkatkan diri, yang terpenting adalah KEMAUAN untuk berubah dan
belajar. ;)
Selasa, 19 November 2013
Guru Honor, Si pahlawan tanpa tanda jasa yang terabaikan
menjadi seorang guru-guru adalah cita-cita luhur, sewaktu sd kita selalu ditanya, apa cita-citamu?? dari banyak nya cita-cita, pasti ada beberapa anak yang menjawab "aku ingin menjadi guru"
cita-cita ini tercetus dengan polos dan akan menjadi doa baginya hingga ia mampu mewujudkannya suatu saat kelak, salah satu alasan anak memilih cita-cita itu dengan melihat sosok guru yang bersahaja dilihat dari pandangan dan pemikiran anak-anaknya.
salah satu masalah pendidikan yang diangkat kepermukaan adalah minimnya kesejahteraan guru, tetapi sekarang tidak lagi, karena kesejahteraan guru saat ini mulai membaik dengan banyaknya bantuan dan intensif yang diterima, sayangnya perhatian pemerintah hanya fokus pada guru PNS, guru yang berstatus guru honor komite atau guru tidak tetap tidak.
harapan-harapan pengangkatan setelah mengabdi sekian lama yang di canangkan pemerintah juga tidak tepat sasaran, dan mesti mengikuti prosedur yang melelahkan.
guru honor di abaikan keberadaannya, padahal guru honor juga sama bergelar pendidik, dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan semua pendidik baik itu yang berstatus PNS. gaji yang diterima juga sangat minim, hanya berkisar 100-500rb/bulan dengan jam kerja yang sama, disamping itu tak jarang guru honor diperlakukan tidak adil oleh atasan (kepala sekolah) dengan perlakuan diskriminal sampai memberhentikan sepihak.
selayaknya pemerintah juga perduli dengan hal ini, jalan paling mungkin adalah dengan mengalokasikan 20% dana bos untuk guru honor, karena selama ini alokasi dana bos untuk guru honor hanya 12%, padahal ada banyak sekolah yang mempekerjakan guru honor dengan status pegawai tidak tetap untuk menutupi kekurangan guru di sekolah negeri maupun swasta.
sejatinya guru adalah ujung tombak bangsa dalam mewujudkan cita-cita suci yang termaktub dalam UUD 1945 yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa". guru, apapun statusnya baik dia PNS atau honor tetap sama peran nya dalam mengajar dan mendidik jadi sudah selayaknya pemerintah juga memberikan perhatian serius dalam hal ini.
cita-cita ini tercetus dengan polos dan akan menjadi doa baginya hingga ia mampu mewujudkannya suatu saat kelak, salah satu alasan anak memilih cita-cita itu dengan melihat sosok guru yang bersahaja dilihat dari pandangan dan pemikiran anak-anaknya.
salah satu masalah pendidikan yang diangkat kepermukaan adalah minimnya kesejahteraan guru, tetapi sekarang tidak lagi, karena kesejahteraan guru saat ini mulai membaik dengan banyaknya bantuan dan intensif yang diterima, sayangnya perhatian pemerintah hanya fokus pada guru PNS, guru yang berstatus guru honor komite atau guru tidak tetap tidak.
harapan-harapan pengangkatan setelah mengabdi sekian lama yang di canangkan pemerintah juga tidak tepat sasaran, dan mesti mengikuti prosedur yang melelahkan.
guru honor di abaikan keberadaannya, padahal guru honor juga sama bergelar pendidik, dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan semua pendidik baik itu yang berstatus PNS. gaji yang diterima juga sangat minim, hanya berkisar 100-500rb/bulan dengan jam kerja yang sama, disamping itu tak jarang guru honor diperlakukan tidak adil oleh atasan (kepala sekolah) dengan perlakuan diskriminal sampai memberhentikan sepihak.
selayaknya pemerintah juga perduli dengan hal ini, jalan paling mungkin adalah dengan mengalokasikan 20% dana bos untuk guru honor, karena selama ini alokasi dana bos untuk guru honor hanya 12%, padahal ada banyak sekolah yang mempekerjakan guru honor dengan status pegawai tidak tetap untuk menutupi kekurangan guru di sekolah negeri maupun swasta.
sejatinya guru adalah ujung tombak bangsa dalam mewujudkan cita-cita suci yang termaktub dalam UUD 1945 yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa". guru, apapun statusnya baik dia PNS atau honor tetap sama peran nya dalam mengajar dan mendidik jadi sudah selayaknya pemerintah juga memberikan perhatian serius dalam hal ini.
Kamis, 19 September 2013
Jangan Memaksakan Bakat Anak
Setiap hari Kamis jam pertama
kelas II menggambar, jadi tema kali ini adalah menggambar bebas
guru : Ok anak-anak....alat-alat menggambarnya sudah di keluarkan semua...??
murid : sudah bu......
guru : Baik, hari ini kita akan menggambar burung terbang
kemudian guru menggambar seekor burung terbang di papan tulis
guru : buat seperti yang ibu gambar ya...
murid : yaa...bu guru...
nah, dalam kelas kelas tersebut, ada satu anak yang setiap mata pelajaran menggambar nilainya sangat jelek dan sangat malas namanya Andi
ketika semua teman-teman nya selesai mengumpulkan ke meja guru,dengan ogah-ogahan ia pun melangkah ke meja guru mengumpulkan hasil karyanya
betapa kagetnya ibu guru melihat buku gambar andi
guru : Andi mana gambaran kamu?
andi : ini ibu guru (andi menunjuk satu bulatan hitam di tengah buku gambarnya yang tidak terlalu besar)
guru : ini gambar apa?
andi : itu burung bu guru
guru : burung?? itu cuma titik andi,kamu malas menggambar lagi ya?
andi : tidak bu guru, itu burung terbang yang terlihat dari kejauhan
ujarnya lugu
guru : ???
sambil tersenyum simpul penuh tanda tanya
para bapak dan ibu guru juga para orang tua, setiap anak punya minat yang berbeda sesuai dengan bakat dan keinginan nya, seperti cerita diatas, kita tidak bisa menyalahkan andi karena malas menggambar, bisa jadi karena andi memang tdak berbakat dalam menggambar, dalam kasus diatas andi telah memainkan pikiran logis nya,"burung yang terbang diangkasa jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti titik hitam" ini logis bukan?
biarkan anak tumbuh sesuai minatnya masing-masing, ini akan membantu membentuk karakter anak dengan positif. jika kita memaksakan kehendak pada anak, akan berdampak buruk bagi masa depan nya, ia akan menjadi pribadi yang tidak dapat memutuskan apa yg menurutnya baik karena terlalu "DIDIKTE" oleh orang tua dan para guru nya, ia tidak bebas dalam mengekspresikan apa yg ada di kepalanya
selagi itu positif, dukunglah, dan yang utama adalah kita adalah teman sekaligus motivatornya.
kelas II menggambar, jadi tema kali ini adalah menggambar bebas
guru : Ok anak-anak....alat-alat menggambarnya sudah di keluarkan semua...??
murid : sudah bu......
guru : Baik, hari ini kita akan menggambar burung terbang
kemudian guru menggambar seekor burung terbang di papan tulis
guru : buat seperti yang ibu gambar ya...
murid : yaa...bu guru...
nah, dalam kelas kelas tersebut, ada satu anak yang setiap mata pelajaran menggambar nilainya sangat jelek dan sangat malas namanya Andi
ketika semua teman-teman nya selesai mengumpulkan ke meja guru,dengan ogah-ogahan ia pun melangkah ke meja guru mengumpulkan hasil karyanya
betapa kagetnya ibu guru melihat buku gambar andi
guru : Andi mana gambaran kamu?
andi : ini ibu guru (andi menunjuk satu bulatan hitam di tengah buku gambarnya yang tidak terlalu besar)
guru : ini gambar apa?
andi : itu burung bu guru
guru : burung?? itu cuma titik andi,kamu malas menggambar lagi ya?
andi : tidak bu guru, itu burung terbang yang terlihat dari kejauhan
ujarnya lugu
guru : ???
sambil tersenyum simpul penuh tanda tanya
para bapak dan ibu guru juga para orang tua, setiap anak punya minat yang berbeda sesuai dengan bakat dan keinginan nya, seperti cerita diatas, kita tidak bisa menyalahkan andi karena malas menggambar, bisa jadi karena andi memang tdak berbakat dalam menggambar, dalam kasus diatas andi telah memainkan pikiran logis nya,"burung yang terbang diangkasa jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti titik hitam" ini logis bukan?
biarkan anak tumbuh sesuai minatnya masing-masing, ini akan membantu membentuk karakter anak dengan positif. jika kita memaksakan kehendak pada anak, akan berdampak buruk bagi masa depan nya, ia akan menjadi pribadi yang tidak dapat memutuskan apa yg menurutnya baik karena terlalu "DIDIKTE" oleh orang tua dan para guru nya, ia tidak bebas dalam mengekspresikan apa yg ada di kepalanya
selagi itu positif, dukunglah, dan yang utama adalah kita adalah teman sekaligus motivatornya.
Kamis, 28 Maret 2013
Mendongeng/Bercerita dapat Membantu Meningkatkan Memori dan Imajinasi Anak
masih ingat dengan masa kecil anda?? tentu sangat ingat donk ya, masa kecil merupakan masa-masa yang mengasikkan, semua hal terasa menarik, bermain, serba suka-suka, seingat anda pernahkah anda dibacakan dongeng sebelum tidur di rumah oleh ayah, ibu atau saudara anda, di sekolah oleh bapak/ibu guru, masih ingat kah dengan salah satu ceritanya?? tentu jawaban nya masih ingat bukan??
ternyata sebuah cerita atau dongeng bisa menjadi alat bantu memori yang baik, karena cerita memperkaitkan kata dengan kata lain dalam suatu rangkaian dan runtutan di samping mudah dicitrakan dalam otak kita.
cerita atau dongeng selain melatih memori otak juga melatih imajinasi, itulah sebab nya anak-anak lebih suka dan tertarik dengan buku yang penuh warna dan gambar, walaupun anak usia 2-5 tahun belum pandai membaca, melalui gambar ia dapat menerima informasi mengenai sesuatu yang baru, seperti gambar hewan, tumbuhan atau tokoh-tokoh tertentu.
membacakan cerita atau dongeng dari kecil, dapat menanamkan cinta membaca sejak dini, selain itu juga bisa melatih kecerdasan otak anak, ketika kita membacakan dongeng pada mereka Saat
itulah otak anak menerima, menangkap, memahami, dan menyimpannya dimemori maka
otak anak akan bekerja lebih aktif dan saat itu stimulasi kecerdasan
anak pun berlangsung, simpul - simpul syaraf otak semakin banyak
tersambung sehingga kecerdasan anak berkembang dengan baik. Dengan
mendongeng akan merangsang anak untuk mencerna isi dongeng tersebut. selain itu beberapa manfaat lagi diantaranya adalah :
- Merangsang imajinasi dan kreativitas
- Mengembangkan kecerdasan berbahasa anak
- Meningkatkan keterampilan berpikir
- Mengembangkan emosi
- Menanamkan nilai moral dan etika
- Memperkuat ikatan emosional dengan orangtua
- Ajang relaksasi atau hiburan
namun sayang sekali, tradisi ini sangat sedikit sekali dilakukan oleh para orang tua masa sekarang, malah nenek nenek yang suka bercerita, saya masih ingat sekali setiap malam ketika kami mau tidur, nenek sering bercerita mengenai dongeng asal mula suatu kota atau suatu benda, mengenai perjalanan orang zaman dahulu pada saat terjadi penjajahan. kebanyakan alasan para orang tua adalah tidak sempat, karena kesibukan harian, malam menjadi milik diri sendiri untuk istirahat, padahal momen tersebut sangat pas untuk dapat berinteraksi secara emosional melalui membaca cerita atau dongeng dan menjawab pertanyaan-pertanyan tak terduga dari mereka,
meskipun beberapa pemerhati anak menyebutkan kalau beberapa dongeng menunjukkan karakter tidak baik, tidak semua cerita atau dongeng baik dibacakan untuk anak, orang tua bisa memilih cerita yang dapat membantu menanamkan pekerti baginya, seperti kisa para nabi, legenda anak durhaka, atau yang lainnya.
bagi para orang tua, yuk...sisihkan sedikit waktu kita untuk bercerita/mendongeng bersama mereka,
semoga bermanfaat :)
Rabu, 27 Maret 2013
7 Jenis Kecerdasan
Kecerdasan Linguistik (Bahasa)
kemampuan membaca, menulis dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Penulis, jurnalis, penyair, orator dan pelawak adalah contoh nyata orang yang memiliki kecerdasan linguistik
Kecerdasan Logis-Matematis
Kemampuan berfikir (menalar) dan menghitung, berfikir logis dan sistematis. ini adalah jenis-jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri para insinyur, ilmuan, ekonom, akuntan, detektif, dan para anggota profesihukum.
Kecerdasan Visual-Spasial
Kemampuan berfikir menggunakan gambar, memvisualisasikan masa depan. membayangkan berbagai hal pada mata pikiran anda. Orang yang memiliki kecerdasan jenis ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer dan perencana strategis. anda menggunakan kecerdasan ini ketika memiliki cita rasa arah, ketika berlayar atau menggambar.
Kecerdasan Musikal
Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat bernyanyi dengan baik, atau memahami dan mengapresiasi musik, serta menjaga ritme. ini merupakan bakat yang dimiliki oleh para musisi, komposer, dan perekayasa rekaman. tetapi, kebanyakan kita memiliki kecerdasan musikal dasar yang dapat dikembangkan. bayangkan proses belajar sangat terbantu jika kita menggunakan suatu ritme atau sejenis sajak bermusik (misalnya, "satu ditambah satu, sama dengan dua......"
Kecerdasan Kinestetik Tubuh
Kemampuan menggunakan tubuh anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. kemampuan ini jelas diperlihatkan untuk mengejar prestasi atletik, seni seperti menari dan akting atau dalam bidang bangunan dan konstruksi. anda dapat memasukkan keterampilan membedah dalam kategori ini, akan tetapi banyak orang yang secara fisik berbakat "bagus melakukan segala sesuatu dengan tangan mereka" padahal kecerdasan ini sama niai nya dengan yang lain
Kecerdasan Interpersonal (Sosial)
Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain, dan memperlihatkan empati dan pengertian, memperhatikan motivasi dan tujuan mereka. kecerdasan jenis ini biasa dimiliki para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, politisi, pemuka agama, dan waralaba.
Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan menganalisis diri dan merenungkan diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang,meninjau prilaku seseorang, dan perasaan-perasaan terdalam nya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. kecerdasan ini biasa dimiliki para filosof, penyuluh, dan pembimbing
Kecerdasan Naturalis
Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif-misalnya ; untuk berburu, bertani dan melakukan penelitian biologi, para petani, para ahli tumbuhan (botanis), koservasi, biologi, lingkungan, semuanya memperlihatkan aspek-aspek kecerdasan ini
disadur dari buku "Accelerated Learning For The 21st Century"
by : Colin Rose

kemampuan membaca, menulis dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Penulis, jurnalis, penyair, orator dan pelawak adalah contoh nyata orang yang memiliki kecerdasan linguistik
Kecerdasan Logis-Matematis
Kemampuan berfikir (menalar) dan menghitung, berfikir logis dan sistematis. ini adalah jenis-jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri para insinyur, ilmuan, ekonom, akuntan, detektif, dan para anggota profesihukum.
Kecerdasan Visual-Spasial
Kemampuan berfikir menggunakan gambar, memvisualisasikan masa depan. membayangkan berbagai hal pada mata pikiran anda. Orang yang memiliki kecerdasan jenis ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer dan perencana strategis. anda menggunakan kecerdasan ini ketika memiliki cita rasa arah, ketika berlayar atau menggambar.
Kecerdasan Musikal
Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat bernyanyi dengan baik, atau memahami dan mengapresiasi musik, serta menjaga ritme. ini merupakan bakat yang dimiliki oleh para musisi, komposer, dan perekayasa rekaman. tetapi, kebanyakan kita memiliki kecerdasan musikal dasar yang dapat dikembangkan. bayangkan proses belajar sangat terbantu jika kita menggunakan suatu ritme atau sejenis sajak bermusik (misalnya, "satu ditambah satu, sama dengan dua......"
Kecerdasan Kinestetik Tubuh
Kemampuan menggunakan tubuh anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. kemampuan ini jelas diperlihatkan untuk mengejar prestasi atletik, seni seperti menari dan akting atau dalam bidang bangunan dan konstruksi. anda dapat memasukkan keterampilan membedah dalam kategori ini, akan tetapi banyak orang yang secara fisik berbakat "bagus melakukan segala sesuatu dengan tangan mereka" padahal kecerdasan ini sama niai nya dengan yang lain
Kecerdasan Interpersonal (Sosial)
Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain, dan memperlihatkan empati dan pengertian, memperhatikan motivasi dan tujuan mereka. kecerdasan jenis ini biasa dimiliki para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, politisi, pemuka agama, dan waralaba.
Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan menganalisis diri dan merenungkan diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang,meninjau prilaku seseorang, dan perasaan-perasaan terdalam nya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. kecerdasan ini biasa dimiliki para filosof, penyuluh, dan pembimbing
Kecerdasan Naturalis
Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan pemilahan-pemilahan runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif-misalnya ; untuk berburu, bertani dan melakukan penelitian biologi, para petani, para ahli tumbuhan (botanis), koservasi, biologi, lingkungan, semuanya memperlihatkan aspek-aspek kecerdasan ini
disadur dari buku "Accelerated Learning For The 21st Century"
by : Colin Rose
Jumat, 01 Maret 2013
asah otak dengan permainan matematika
>>Menyeberangi Sungai
seorang petani menangkap anjing hutan
pada suatu hari dia bermaksud menyerahkan anjing hutan itu ke kebun binatang di kota. bersama dengan anjing hutan itu dibawa juga sayur sayuran dan seekor kambing yang hendak di jual kepasar
pagi-pagi benar dia berangkat ke kota. di dalam perjalanan, dia harus menyeberangi sungai yang besar dan dalam. disitu hanya ditambatkan perahu kecil. perahu kecil ini hanya memuat satu bawaan saja.
seandainya dia membawa sayur-sayuran dulu tentu kambing di makan anjing hutan. sedang kalau membawa anjing hutan dulu, tentu sayur-sayuran akan di makan kambing.
coba tolong bagaimana caranya menyebrangi sungai ini supaya aman, dan bawaan sipetani semua selamat sampai di tujuan
>>Kapal yang berlabuh
pada suatu hari berlabuhlah kapal besar di dermaga pelabuhan. tinggi kapal itu 20 meter. hari itu turun hujan sangat lebat. ternyata air setiap jam naik setengah meter. pertanyaannya dalam berapa jamkah kapal itu tenggelam?
>> Berat benda
berat manakah sekuintal kapas dengan sekuintal paku?
>>Surat Wasiat yang Aneh
jaman dahulu kala ada 2 orang anak yang mnedapat surat wasiat dari orang tuanya. tetapi syarat mendapatkan surat wasiat itu sangat aneh. kedua anak itu diharuskan berkuda kenegeri yang sangat jauh. setiap anak telah disediakan kuda tersendiri. syarat yang kedua ialah barang siapa yang sampai ditempat tujuan dengan kudanya yang telah ditetapkandialah yang berhak mendapat warisan paling sedikit.
dengan patuhnya kedua anak itu melaksanakan kedua syarat yang aneh bunyinya ini. mereka mulai mengendarai kudanya masing-masing. tetapi ditengah perjalanan dia mulai bermalas-malasan supaya tidak datang terlebih dahulu. dengan berbagai cara masing-masing berusaha untuk memperlambat. berminggu-minggu dia berkuda sehingga menjadi lelah dan kehausan, bahkan mereka sudah melupakan isi surat wasiat yang pertama.
pada waktu mereka beristirahat, datang seorang arif dan tidak dikenal menghampiri kedua anak itu. dia menanyakan duduk persoalan mengapa mereka sangat sedih. setelah diceritakan segala sesuatunya tentang isi surat yang bunyinya itu orang yang tak dikenal berfikir sejenak. lalu orang ini membisiki setiap anak dengan penjelasan yang mudah dimengerti.
nah, para pembaca, penjelasan apakah yang kiranya yang dibisikkan pada kedua anak ini?
>>Tapak Sebuah Benda
sebuah benda bila melewati atau ditapakkan pada sebuah jalan yang berdebu tentu akan mempunyai tapak atau jejak.
coba tebak, benda apakah kami, ??
>>Asap Kereta Api
sebuah kreta api listrik meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah barat, kecepatan tinggi ke arah barat. kecepatan kerta ini 80km/jam. dari arah utara berhembus angin yang cukup kencang dengan kecepatan 30km/jam.
pertanyaannya : kearah mana asap kereta api ini bertiup???
seorang petani menangkap anjing hutan
pada suatu hari dia bermaksud menyerahkan anjing hutan itu ke kebun binatang di kota. bersama dengan anjing hutan itu dibawa juga sayur sayuran dan seekor kambing yang hendak di jual kepasar
pagi-pagi benar dia berangkat ke kota. di dalam perjalanan, dia harus menyeberangi sungai yang besar dan dalam. disitu hanya ditambatkan perahu kecil. perahu kecil ini hanya memuat satu bawaan saja.
seandainya dia membawa sayur-sayuran dulu tentu kambing di makan anjing hutan. sedang kalau membawa anjing hutan dulu, tentu sayur-sayuran akan di makan kambing.
coba tolong bagaimana caranya menyebrangi sungai ini supaya aman, dan bawaan sipetani semua selamat sampai di tujuan
>>Kapal yang berlabuh
pada suatu hari berlabuhlah kapal besar di dermaga pelabuhan. tinggi kapal itu 20 meter. hari itu turun hujan sangat lebat. ternyata air setiap jam naik setengah meter. pertanyaannya dalam berapa jamkah kapal itu tenggelam?
>> Berat benda
berat manakah sekuintal kapas dengan sekuintal paku?
>>Surat Wasiat yang Aneh
jaman dahulu kala ada 2 orang anak yang mnedapat surat wasiat dari orang tuanya. tetapi syarat mendapatkan surat wasiat itu sangat aneh. kedua anak itu diharuskan berkuda kenegeri yang sangat jauh. setiap anak telah disediakan kuda tersendiri. syarat yang kedua ialah barang siapa yang sampai ditempat tujuan dengan kudanya yang telah ditetapkandialah yang berhak mendapat warisan paling sedikit.
dengan patuhnya kedua anak itu melaksanakan kedua syarat yang aneh bunyinya ini. mereka mulai mengendarai kudanya masing-masing. tetapi ditengah perjalanan dia mulai bermalas-malasan supaya tidak datang terlebih dahulu. dengan berbagai cara masing-masing berusaha untuk memperlambat. berminggu-minggu dia berkuda sehingga menjadi lelah dan kehausan, bahkan mereka sudah melupakan isi surat wasiat yang pertama.
pada waktu mereka beristirahat, datang seorang arif dan tidak dikenal menghampiri kedua anak itu. dia menanyakan duduk persoalan mengapa mereka sangat sedih. setelah diceritakan segala sesuatunya tentang isi surat yang bunyinya itu orang yang tak dikenal berfikir sejenak. lalu orang ini membisiki setiap anak dengan penjelasan yang mudah dimengerti.
nah, para pembaca, penjelasan apakah yang kiranya yang dibisikkan pada kedua anak ini?
>>Tapak Sebuah Benda
sebuah benda bila melewati atau ditapakkan pada sebuah jalan yang berdebu tentu akan mempunyai tapak atau jejak.
coba tebak, benda apakah kami, ??
- berbadan panjang tetapi mempunyai jejak bundar.
- badanku bundar (lingkaran) tetapi jejakku panjang
>>Asap Kereta Api
sebuah kreta api listrik meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah barat, kecepatan tinggi ke arah barat. kecepatan kerta ini 80km/jam. dari arah utara berhembus angin yang cukup kencang dengan kecepatan 30km/jam.
pertanyaannya : kearah mana asap kereta api ini bertiup???
Langganan:
Postingan (Atom)